FAVOURITE


Sedang berusaha merangkai kata yang terlupa
pada gedung putih bersih yang mulai ku lukisi banyak garis kebahagiaan
dengan sepasang tangan halus yang menghangatkan disetiap dingin
tangan kekar yang menopang disetiap lelah
tangan penggenggam yang tegas mengikat disetiap asa

terlihat banyak macam simpul senyum yang tertangkap
bersandarkan kasih disetiap dasar bentuknya
tergambar bagaimana mata memancarkan rona binar bak bintang tunggal menembus awan comulunimbus
indah
mempesona

Ah... aku terlelap oleh lullaby nikmat Tuhan
dan terbangun bersama dawai damai
dan mendapati hari santai
dan selalu berujung duduk ditepi pantai
dengan coklat hangat, roti, juga selai



-Sajak Inspirasi-
Gresik, Desember 2017

Komentar