Bagaimana jika rindu datang untuk sehelai benang yang menyangkut pada pintu dengan letak segaris miring dengan pintu utama?
Kemudian, bagaimana jika rindu menjadi semena-mena?
merindukan panggilan sayang dengan terima kasihnya di setiap penghujung temu
merindukan kode-kode yang tak mampu ditahui
merindukan hai dengan panggilan diluar kebiasaan bibir manusia lain,
dan kicau protesan perilaku
Lalu,
bagaimana jika rindu mulai menuntut?
mendatangkan pengacara ternama untuk mengerucutkan jarak, menghentikan waktu
berusaha memenangkan ka(mu)sus
agar kau patenkan bangunan sajadah milikmu di depan,
dan milikku,
satu shaf dibelakangmu
-Sajak Inspirasi-
Gresik, Oktober 2016

Komentar
Posting Komentar