Dear Therese,
ku pejamkan mataku sejenak setiap malam dibilik rumah
ku renungi cinta Bethoven yang mengalir dalam sebuah instrumen piano
hangat,
namun menyejukkan
dingin,
namun menyamankan
menceritakan sebuah cinta yang teramat agung, teramat tulus
Teramat diam.
Dear Therese,
ingin aku bertanya
tahukan engkau kesedihan mendalam yang tersirat pada lagu itu?
dibalik keindahan cintanya, ia merindukanmu disetiap malam
dibalik rasa rindunya, ia memelukmu dalam tangisan
dibalik tangisannya, ia memimpikanmu mengucapkan selamat malam sayang
Dear Therese,
apakah engkau tahu bahwa cerita cinta Bethoven ku miliki pada 5 buah kotak musik kecil?
juga ku miliki pada setiap alat tekhnologi modern yang ku punya
juga ku miliki pada sebuah kotak percakapan singkat pada malam di 2 hari yang lalu
cinta Bethoven, kumiliki pada pemilik kotak percakapan singkat itu
cinta Bethoven, kumiliki pada pemilik kotak percakapan singkat itu
Namun Therese,
izinkan aku memiliki akhir cerita yang kubuat sendiri,
akhir cerita yang berlawanan dengan kisah cinta kalian
sebuah akhir cerita yang ada pada setiap dongeng pengantar tidur anak-anak
Komentar
Posting Komentar