Kau tau, saat wanita jatuh cinta, ia akan berusaha mencari info sedetail-detailnya tentang orang yang dia cintai. Kegiatan sehari-harinya, apa yang dia suka, bagaimana keluarganya, teman-temannya, bahkan wanita mana saja yang juga mencintainya. Ku jumpai itu pada diriku sendiri sendiri, juga pada dia yang mencintaimu.
Bagaimana aku tau?
Tentu saja dari sosial media. Meskipun kami tak saling terhubung pada sosial media, namun aku selalu saja mencoba mencari tau apa yang dia katakan pada sosial medianya. Beruntunglah dia tipe wanita yang suka show-off tentang apapun. Jadi aku bisa lebih tau tentang mu melalui sudut pandangnya.
Malam itu, setelah kau tarik lenganku untuk berfoto bersama mu juga bersama dia dan juga kawannya di siang hari, ku dapati ia memposting perasaannya bahwa ia kesal aku berada diantara kalian. Aku merasa bersalah, tak enak hati, juga kesal karna kata-kata yang ia pilih untuk caption foto itu membuatku terganggu. Kita pun berargumen sebentar.
Malam yang lain, ku dapati ia memposting sesuatu yang membuat ku merasa ia tau apa yang aku bicarakan denganmu melalui chat. Ia juga seakan tau bahwa kita berbincang untuk beberapa lama melalui telpon. Kemudian ku tepis pemikiran itu karna aku tak pernah memberitahu siapapun tentang kita. Kau juga tak mungkin memberitahunya. Tak mungkin ia tau.
Malam lainnya, ku dapati ia memposting sebuah foto di salah satu akun sosial medianya. Foto itu berisi percakapanku dengan mu. Aku marah, sangat. Kau meminta maaf dan menenangkan ku. Aku bingung dari mana ia tau percakapan antara kamu dan aku?
Begitu Juga malam lainnya. Dilayar ponselku tertera sebuah notifikasi line "----- added you by phone number". Disitu aku mulai berpikir macam-macam. Apa dia mempunyai duplikat ponselmu seperti di film-film action? Atau dia bisa membajak ponsel? Oke, mungkin aku terlalu banyak nonton film action. Tapi bagaimana dia mendapat nomor ponselku? Sedangkan nomor ponsel itu hanya orang-orang terdekat saja yang tau.
Ku tanyakan padamu, kau bilang tak tahu. Mencoba menebak banyak kemungkinan. Tapi pertanyaan lain yang lebih membuatku berpikir muncul dalam otakku. Untuk apa dia menyimpan nomor ponselku? Jika dia membutuhkan aku pasti dia telah menghubungiku. Tapi ini tak ada notifikasi apapun dari dia. Ku putuskan untuk membiarkan saja, mungkin dia mau menjadi salah satu penggemarku.
Malam-malam selanjutnya ku dapati ia acap kali memposting sesuatu yang berhubungan dengan percakapan kita, seakan ia tahu segala apa saja yang kita bicarakan melalui ponsel. Aku berusaha mengabaikan, tak memberitahumu lagi. Karna aku tau, kau membenci keadaan ketika aku terbawa emosi. Aku juga telah lelah berargumen denganmu tentang dia. Ku abaikan saja, sambil ku simak. Akan sampai kapan dia tetap seperti itu. Aku cuma bisa beranggapan, mungkin dia seorang paranormal.
-Sajak Inspirasi-

Komentar
Posting Komentar