
Seperti malam dingin di penghujung Agustus
entah petang yang menggigit atau hujan menyisa siksa
paras nan elok pemikat umat itu,
tak lagi merona
indah senyum kesombongan itu,
adalah candu
warna warni canda,
adalah rindu
nan semua terkemas dalam sebuah tanya
"dua waktu yang beriringan, maukah engkau melihatku disini?"
-Sajak Inspirasi-
Komentar
Posting Komentar