Sempat tertanam sejenak besi pengikat surgawi
melambaikan tangan dengan anggun laksana bidadari
bunga layu disudut kota
berkata lantang seakan dialah satu-satunya pemberani
diantara ribuan tatapan mata
Andai dupa bukanlah sakral bagi sang pendiri
mungkin ayunan tak lagi menapak disetiap taman hati
anak manusia yang tertawa
sedang bergulat dengan temali
menarik semua kemungkinan yang teryakini
bersama asa yang bersepeda
-Sajak Inspirasi -

Komentar
Posting Komentar