Gugusan bintang pilihan perlahan termakan fajar
ukiran-ukiran dindingnya ikut merah merona
sedetik, dua detik menguning
tersatukan dengan jemari-jemari pagi
anggukan salam,
fatamorgana yang tercipta terlihat sangat nyata kini
Waktu berjalan mengangguk-angguk
izinkan kaki untuk tetap menggeliat dibalik lada hitam
jamahan rata disetiap ujungnya
akan tenggelam bebas demi meraih dasaran pelapis syaraf
yang mulai terabrasikan sejak dini, dan
akhir senjalah yang dinantikan dimalam ia mulai bersujud untuk Tuhannya.
-Sajak Inspirasi-

Komentar
Posting Komentar