Laki - Laki Matahari, Kini


Dia,
masih laki-laki matahariku
yang senjanya terenggut angin malam
yang tawanya terlepas diantara rayuan bidadari
yang kini terduduk di singgasana surgawi

Dia,
masih laki-laki matahariku
yang masih tetap bernyanyi tanpa iringan gitar,
yang akan memakai mahkota kebebasan,
yang akan melukis langkah baru,
yang akan berdiri tegap,
di dalam kisahnya sendiri

Dia,
masih laki-laki matahariku
yang entah akan menolehkan pandangan atau tidak,
yang entah akan menggumam atau tidak,
yang entah akan mengenang bulan atau tidak,
yang entah masih memuja matahari atau tidak,
ketika aku hanya mampu menjadi penyaksi atas senyum simpulnya

Dia,
masih laki-laki matahariku
yang kini akan terbuai ciptaan Tuhan yang lain
yang kini akan berjalan di persimpangan yang lain
yang kini mungkin akan melepas genggaman jari-jari mungil di sudut gambaran

-Sajak Inspirasi-

Komentar