Sebuah mimpi yang tergantung, tersusun rapi dalam kotak-kotak memori. Terbawa kemanapun kaki melangkah. Tergulung bersama waktu yang tetap terpatri pada peredarannya. Terkungkung dalam endapan tirai penghujung masa depan.
Sebuah mimpi yang mungkin menjadi acuan untuk tetap berdiri, yang mungkin menjadi satu-satunya alasan bibir tetap tersenyum walaupun tanpa alasan, yang mungkin menjadi satu-satunya rasa ketika semua masa menjadi hampa, yang mungkin menjadi satu-satunya cita ketika tak ada lagi genggaman kebahagiaan, yang mungkin menjadi satu-satunya dingin ketika dunia menjadi neraka.
Sebuah mimpi yang yang terus berputar di malam yang sama. Tanpa mengubah gelak tawa. Tanpa mengubah sumber suara. Tanpa mengubah jajaran senja. Tanpa mengubah satuan nada. Tanpa mengubah aliran darah. Tanpa mengubah unsur utama. Tanpa mengubah titik-titik cahaya. Tanpa mengubah skenario arah...
... dan di pertengahan cerita, mimpi itu perlahan memudar seiring datangnya mimpi yang lain.
-Sajak Inspirasi-
-Sajak Inspirasi-

Komentar
Posting Komentar