Belalang tempur disudut itu
nampak rapuh terbakar matahari
sayap-sayap tua dan lepuh
berusaha tetap tegar
demi sang tuan
demi kesetiaan
demi kasih sayang
demi rasa syukur
demi sebuah senyuman
Belalang tempur disudut itu
membelakang rerumputan
menanti angin membelai punggungnya
duduk terdiam dengan beban
tanpa keluhan
Belalang tempur ditengan jalan
tertawa riang dengan sang tuan
nampak kuat dengan sejuta kewajiban
berjalan santai namun pasti
kepastian tiada ujung
kepastian tiada dendam
kesucian hati
seputih keadaan pagi,
kehambaan tiada henti,
tersenyum ikhlas tanpa syarat,
keangkuhan tiada tara,
keanggunan terselaraskan,
kemurnian rasa iba
menambah senyum pemilik dinda
cinta murni
hingga kejinggaan datang diufuk barat
tertengok
pergi
tiada, hilang
dan aku tersenyum
Dia meraih surga
-Sajak Inspirasi-

Komentar
Posting Komentar