Takdir Kalbu


Berjalan di padang hitam
bersiul hampa.

Memandang jauh hanya kelam
tak bersersit sinar setitik jari
tak terasa angin berhembus,
datar...
Datang mentari berlari kencang
sinar yang menyayat membakar kulit-kulit,
membuta mata,
memisah tiap sel tubuh
menjadi abu,
debu.

Aku berlari
berlari
berlari
menjauh mentari
tanpa tau kata padi
tanpa dengar teriak rumput

Di sudut itu...
lihatlah!
sebatang kegelapan
kekar kuat tanpa tandingan
bediri tegap siap menerkam dengan daun setajam pisau
dan aku terhenti,
dan aku terduduk,
dan aku terdiam,
dan aku berpikir:
"biarkan mentari menindas
dan...
MATI"

-Sajak Inspirasi-

Komentar