8 Juni 2011

 

Kini ku meratap
Dalam tiap detik perputaran otak
Menuju gambaran ekspresi wajahnya
Mengingat dan mencoba beralasan
Menggigit waktu yang mendendam
Meredam amarah,
Menekan keadaan hati.

Entah apa yang menderita
Dan di sini aku masih bertanya
Dengan linangan kasih hati tak terpaut

Masih tak tersentak air mata
Tapi begitu teriris sejauh mata memandang

Tetap menunggu

Sebintang jatuh dalam angkasa meraih-raih jagad raya
Berharap kelam bersinar rembulan pagi.
Hanya sedetik dan berapi debu
Membakar satuan titik yang terkumpul,
Membayar balasan garis yang terpaut

Dan masih menagis
Tanpa ada sedetik air mata yang mengalir

Hanya sebuah lagu hati
Berharap mampu terdengar
terasa, terlihat...
Tiap kata yang bersiul
...gema.

-Sajak Inspirasi-

Komentar